Showing posts with label DIII Kebidanan. Show all posts
Showing posts with label DIII Kebidanan. Show all posts

Cara Menyusui Bayi Kembar Yang Benar

Cara Menyusui Bayi Kembar Yang Baik dan Benar

Sangat bahagia tentunya bila memiliki bayi kembar yang sangat lucu. Namun akan berbeda bila sudah berurusan dengan menyusui. Menyusui bayi kembar memerlukan perlakuan yang ekstra, produksi ASI untuk menyusui bayi kembar, semakin banyak dibandingkan ASI yang menyusui satu bayi bukanya berkurang, dengan catatan ibu yang menyusuinya harus mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayuran dan buah-buahan supaya ASI yang diproduksi banyak dan harus sering makan. Kadang ibu yang mempunyai anak kembar sulit untuk menyusui bayi kembarnya, Berikut tips menyusui bayi kembar :

  1. Waktu menyusui bayi kembar yang harus dilakukan pertama kali bayi lahir simpan di perut ibu
  2. atau dada ibunya sebelah kiri dan kanan dengan bantuan orang lain, keadaan ibu berbaring
  3. telentang lurus, sampai bayi tersebut menemukan puting susu ibunya supaya ada kontak batin
  4. antara ibu dan anak.
  5. Posisi bayi harus saling bertolak arah jangan berhadapan, seperti kedua tangan ibu memeluk
  6. masing-masing satu kepala bayi, posisi kaki bayi keluar .
  7. Untuk memudahkan menyusui bayi kembar Simpan bayi ditempat yang datar yang memiliki
  8. ketinggian kurang lebih sepinggang ibu.
  9. Meletakkan bantal di atas pangkuan ibu.
  10. Ada dua posisi, yaitu posisi dibawah ketiak dan posisi mengayun
  11. Menyusui bayi kembar harus bersamaan, jangan bergantian
  12. Dalam menyusui harus giliran jangan diberi susu itu-itu saja, gantian posisi
Cara Menyusui Bayi Kembar Yang Baik dan Benar

Kecemburuan adalah hal yang lumrah terjadi pada bayi kembar saat disusui oleh ibunya. Dengan beberapa tips sederhana ini, kecemburuan pada bayi kembar Anda akan teratasi. Banyak para ahli menyatakan bahwa anak-anak tidak akan memperlihatkan tanda-tanda kecemburuan sampai usia mereka mencapai tahap balita. Namun, fenomena kecemburuan saat pemberian ASI sudah bisa terjadi pada bayi kembar yang berusia empat bulan, meskipun umumnya terjadi pada usia enam bulan. Kecemburuan dalam mendapatkan ASI biasanya muncul pada anak ketika ibunya sibuk menyusui saudara kembarnya. Hal tersebut dilakukan oleh si kembar sebagai suatu cara untuk merebut kembali perhatian si ibu. Kecemburuan pada si kembar yang menuntut untuk diperhatikan dan dirawat secara bersamaan tentu mengakibatkan seorang ibu kelelahan dan kewalahan. Nah, di bawah ini ada beberapa cara efektif yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisir rasa cemburu yang muncul pada si kembar.

Atur Waktu Tidur
Aturlah waktu bangun dan tidur yang berbeda antar masing-masing si kembar, sehingga Anda dapat menghabiskan waktu penuh untuk salah satu dari bayi kembar Anda sebelum si kembar yang lain bangun dari tidurnya. Misalnya, jika salah satu bayi kembar Anda bangun di siang hari, maka aturlah sedemikian rupa agar saudaranya bangun 15 sampai 20 menit kemudian. Lakukan hal yang sama saat mereka tidur siang maupun tidur di malam hari. Tidur kan salah satu bayi kembar Anda pada waktu yang ditentukan, dan gunakanlah waktu tersebut untuk menyusui bayi kembar Anda yang lain. Lakukan hal tersebut secara bergantian agar Anda sendiri tidak kewalahan saat menyusui kedua bayi kembar Anda.

Alihkan Perhatian
Berilah mainan favorit maupun makanan ringan pada salah satu dari mereka yang tidak sedang Anda susui sebagai pengalih perhatian. Selain itu, Anda juga bisa menyuruh anak Anda yang lebih tua untuk bermain dengan si kembar agar dia merasa terhibur. Nah, hal ini dapat memberi Anda waktu lebih yang Anda butuhkan untuk menyusui saudara kembarnya secara leluasa. Namun, perlu Anda perhatikan bahwa kecemburuan mungkin tetap muncul pada salah satu si kembar, jadi aturlah waktu sedemikian rupa agar Anda tetap dapat memberi perhatian yang sama pada kedua bayi.

Susui Bersamaan
Sekali waktu, susui kedua bayi kembar Anda secara bersamaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa akan ada saat ketika Anda diharuskan menyusui kedua bayi sekaligus. Sebagai contohnya, salah satu dari si kembar menangis karena kepalanya terbentur dan hal tersebut terjadi bersamaan ketika Anda sedang menyusui bayi kembar yang lain. Nah, tidak ada pilihan lain yang dapat Anda lakukan selain menyusui kedua bayi kembar secara bersamaan. Menyusui terkadang merupakan cara terbaik untuk menenangkan bayi saat rewel maupun menangis. Jadi, jangan ragu untuk menyusui kedua bayi kembar Anda dalam waktu yang sama jika hal tersebut memang yang mereka perlukan. Dengan begitu, tidak akan muncul kecemburuan antara si kembar yang satu dengan yang lain.

Berikut beberapa contoh posisi menyusui bayi kembar

Posisi menyusui bayi kembar
Posisi Menyusui Bayi Kembar


Konsep Kebidanan

Konsep adalah kerangka ide yang mengandung suatu pengertian tertentu. Kebidanan berasal dari katabidan yang artinya adalah seseorang yang telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat ijin melakukan praktekkebidanan.

Kebidanan merupakan ilmu yg terbentuk dari sintesa berbagai disiplin ilmu (multi disiplin) yang terkait dengan pelayanan kebidanan, meliputi ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu perilaku, ilmu sosial budaya, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu manajemen untuk dapat memberikan pelayanan kepada ibu dalam masa pra konsepsi, hamil, bersalin, post partum, bayi baru lahir.

Konsep kebidanan sendiri merupakan suatu kerangka dalam bidang keilmuan bidan yang meliputi dan membahas mengenai definisi bidan, falsafah kebidanan, teori dan praktek kebidanan atau midwifery , tinjauan keilmuan kebidanan, bahasan mengenai beberapa bagian dari ilmu kebidanan, pelayanan kebidanan, praktek kebidanan, asuhan kebidanan, sertamanajemen kebidanan.

Definisi bidan (Menurut. ICM- International Confederation of Midwife, 2005) bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yg diakui di negaranya, telah lulus dari pendidikan tersebut, serta memenuhi kualifikasi untuk di daftar (register) dan atau memiliki ijin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktik bidan

Definisi bidan (IBI, 2007) adalah bidan adalah seorang perempuan yg lulus dari pendidikan bidanyang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk didaftarkan, di sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan 

KONSEP KEBIDANAN

  • Ilmu dasar (anatomi, psikologi, mikrobiologi, parasitologi, fisika, Biokimia)
  • Ilmu sosial (Kewarganegaraan, bahasa, sosiologi, antropologi, administrasi, komunikasi, humaniora)
  • Ilmu terapan (kedokteran, farmakologi, epidemiologi, statistik, KDPK, gizi, hukum kesehatan, metode riset, kesehatan masyarakat
  • Ilmu kebidanan
Sedangkan yang merupakan tambahan di dalam ilmu kebidanan adalah manajemen kebidananyaitu merupakan pendekatan dan kerangka pikir yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengumpulan data, analisa data,diagnosa kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Selain bidan ada juga istilah bidan komunitas :

Kata Komunitas berasal dari bahasa Latin yaitu communitas yang berarti kesamaan, dan jugacommunis yang berarti sama, publik ataupun banyak. komunitas dapat diterjemahkan sebagai kelompok orang yang berada di suatu lokasi atau daerah atau area tertentu (Meilani, Niken dkk, 2009 : 1). Menurut Saunders (1991) komunitas adalah tempat atau kumpulan orang atau sistem sosial.

Beberapa jenis-jenis dari komunitas sebagai berikut :

1. Komunitas Geografikal yaitu suatu komunitas yang ada dalam satu daerah
2. Komunitas yang bersifat administratif yang terpaku pada batasan dari otoritas pemerintahan
3. Komunitas yang memiliki fungsionalitas yang sama
4. Komunitas Ethnic, yaitu yang mempunyai perbedaan kultur yang satu dengan kultur lain

Menurut United Kingdom Central Council For Nursing Midwifery And Health, bidan komunitas merupakan praktisi bidan yang berbasis komuniti yang harus dapat memberikan supervisi yang dibutuhkan oleh wanita, pelayanan berkualitas, nasihat atau saran pada masa kehamilan, persalinan, nifas, dengan tanggung jawabnya sendiri dan untuk memberikan pelayanan pada ibu dan bayi secara komprehensif.

Menurut Dari.J.H.Syahlan, SKM, bidan community adalah bidan yang bekerja melayani keluarga dan masyarakat di wilayah tertentu.

Dari uraian yang ada di atas dapat di rumuskan definisi dari Kebidanan Komunitas yaitu segala aktifitas atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang bidan atau sekelompok bidan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan.

Pengertian kebidanan komunitas yang lain menyebutkan upaya yang dilakukan Bidan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan Ibu dan Anak balita di dalam keluarga dan masyarakat. 

Menurut Spradly (1985), Logan dan Dawkin (1987), Syafrudin dan Hamidah (2009) kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi, dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan kebidanan

Menurut Meilani, Niken dkk, 2009 menyebutkan pelaksanaan pelayanan kebidanan komunitas di dasarkan pada empat konsep utama dalam pelayanan kebidanan yaitu : manusia, masyarakat atau lingkungan, kesehatan dan pelayanan kebidanan yang mengacu pada konsep paradigma kebidanan dan paradigma sehat sehingga diharapkan tercapainya taraf kesejahteraan hidup masyarakat.

Manajemen Kebidanan

Dalam memecahkan masalah pasiennya, bidan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Manajemen kebidananan adalah metode yang digunakan oleh bidan dalam menentukan dan mencari langkah-langkah pemecahan masalah serta melakukan tindakan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan

Menurut J.H Syahlan (1996) Penerapan manajemen kebidanan melalui proses yang secara berurutan yaitu identifikasi masalah, analisis dan perumusan masalah, rencana dan tindakan pelaksanaan serta evaluasi hasil tindakan. Manajemen kebidanan juga digunakan oleh bidandalam menangani kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana di komunitas.

Berikut gambar yang menjelaskan hubungan antara konsep utama kebidanan dengan manajemen kebidanan :

Konsep Kebidanan

Persalinan Pada Presentasi Sungsang

Persalinan pervaginam: 
  • Persalinan Sungsang Spontan Pervaginam (Cara Bracht) 
  • Ekstraksi Bokong Parsialis 
  • Ekstraksi Bokong / Kaki Totalis 
  • Persalinan Perabdominal: Sectio Caesar 
Indikasi : 

  • Janin besar 
  • Janin “viable” dengan gawat janin 
  • Nilai anak sangat tinggi ( high social value baby ) 
  • Keadaan umum ibu buruk 
  • Inpartu tapi dengan kemajuan persalinan yang tidak memuaskan ( partus lama, “secondary arrest“ dsbnya) 
  • Panggul sempit atau kelainan bentuk panggul 
  • Hiperekstensi kepala 
  • Bila sudah terdapat indikasi pengakhiran kehamilan dan pasien masih belum inpartu (beberapa ahli mencoba untuk mengakhiri kehamilan dengan oksitosin drip) 
  • Disfungsi uterus (beberapa ahli mencoba untuk mengakhiri persalinan dengan oksitosin drip) 
  • Presentasi bokong tidak sempurna atau presentasi kaki 
  • Janin sehat preterm pada pasien inpartu dan atau terdapat indikasi untuk segera mengakhiri kehamilan atau persalinan. 
  • Gangguan pertumbuhan intrauterine berat 
  • Riwayat obstetri buruk 
  • Operator tidak berpengalaman dalam melakukan pertolongan persalinan sungsang spontan pervaginam 
  • Pasien menghendaki untuk dilakukan sterilisasi setelah persalinan ini. 
  • Tehnik pertolongan persalinan sungsang
  • Penatalaksanaan persalinan
  • Selama proses persalinan, resiko ibu dan anak jauh lebih besar dibandingkan persalinan pervaginam pada presentasi belakang kepala. 
  • Pada saat sebelum bersalin perlu dilakukan penilaian secara cepat dan cermat mengenai : keadaan selaput ketuban, fase persalinan, kondisi janin serta keadaan umum ibu. 
  • Dilakukan pengamatan cermat pada DJJ dan kualitas his dan kemajuan persalinan. 
  • Persiapan tenaga penolong persalinan – asisten penolong persalinan - dokter anak dan ahli anaesthesi.\ 

Persalinan spontan pervaginam (spontan Bracht) terdiri dari 3 tahapan :


a. Fase lambat pertama:

Mulai dari lahirnya bokong sampai umbilikus (scapula).
Disebut fase lambat oleh karena tahapan ini tidak perlu ditangani secara tergesa-gesa mengingat tidak ada bahaya pada ibu dan anak yang mungkin terjadi.

b. Fase cepat:



Mulai lahirnya umbilikus sampai mulut.

Pada fase ini, kepala janin masuk panggul sehingga terjadi oklusi pembuluh darah talipusat antara kepala dengan tulang panggul sehingga sirkulasi uteroplasenta terganggu.
Disebut fase cepat oleh karena tahapan ini harus terselesaikan dalam 1 – 2 kali kontraksi uterus (sekitar 8 menit).

c. Fase lambat kedua:

Mulai lahirnya mulut sampai seluruh kepala.
Fase ini disebut fase lambat oleh karena tahapan ini tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa untuk menghidari dekompresi kepala yang terlampau cepat yang dapat menyebabkan perdarahan intrakranial.

Tehnik pertolongan sungsang spontan pervaginam (spontan BRACHT ) :

1. Pertolongan dimulai setelah bokong nampak di vulva dengan penampang sekitar 5 cm.

2. Suntikkan 5 unit oksitosin i.m dengan tujuan bahwa dengan 1–2 his berikutnya fase cepat dalam persalinan sungsang spontan pervaginam akan terselesaikan.

3. Dengan menggunakan tangan yang dilapisi oleh kain setengah basah, bokong janin dipegang sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari penolong berada pada bagian belakang pangkal paha dan empat jari-jari lain berada pada bokong janin (gambar 1)

4. Pada saat ibu meneran, dilakukan gerakan mengarahkan punggung anak ke perut ibu ( gerak hiperlordosis )sampai kedua kaki anak lahir .

5. Setelah kaki lahir, pegangan dirubah sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari sekarang berada pada lipatan paha bagian belakang dan ke empat jari-jari berada pada pinggang janin(gambar 2)

6. Dengan pegangan tersebut, dilakukan gerakan hiperlordosis dilanjutkan ( gerak mendekatkan bokong anak pada perut ibu ) sedikit kearah kiri atau kearah kanan sesuai dengan posisi punggung anak.

7. Gerakan hiperlordosis tersebut terus dilakukan sampai akhirnya lahir mulut-hidung-dahi dan seluruh kepala anak.

8. Pada saat melahirkan kepala, asisten melakukan tekanan suprasimfisis searah jalan lahir dengan tujuan untuk mempertahankan posisi fleksi kepala janin

9. Setelah anak lahir, perawatan dan pertolongan selanjutnya dilakukan seperti pada persalinan spontan pervaginam pada presentasi belakang kepala.

Prognosis
  • Prognosis lebih buruk dibandingkan persalinan pada presentasi belakang kepala.
  • Prognosa lebih buruk oleh karena:
  • Perkiraan besar anak sulit ditentukan sehingga sulit diantisipasi terjadinya peristiwa “after coming head”
  • Kemungkinan ruptura perinei totalis lebih sering terjadi.
Sebab kematian anak:
  1. Talipusat terjepit saat fase cepat.
  2. Perdarahan intrakranial akibat dekompresi mendadak waktu melahirkan kepala anak pada fase lambat kedua.
  3. Trauma collumna vertebralis.
  4. Prolapsus talipusat.
EKSTRAKSI PARSIAL PADA PERSALINAN SUNGSANG PERVAGINAM

= Manual Aid

Terdiri dari 3 tahapan :
  1. Bokong sampai umbilikus lahir secara spontan (pada frank breech).
  2. Persalinan bahu dan lengan dibantu oleh penolong.
  3. Persalinan kepala dibantu oleh penolong.
PERSALINAN BAHU DAN LENGAN

Persalinan Pada Presentasi Sungsang

Gambar 3. Pegangan “Femuro Pelvic” pada pertolongan persalinan sungsang pervaginam

  1. Pegangan pada panggul anak sedemikian rupa sehingga ibu jari penolong berdampingan pada os sacrum dengan kedua jari telunjuk pada krista iliaka anterior superior ; ibu jari pada sakrum sedangkan jari-jari lain berada didepan pangkal paha (gambar 3) .
  2. Dilakukan traksi curam kebawah sampai menemui rintangan (hambatan) jalan lahir.
  3. Selanjutnya bahu dapat dilahirkan dengan menggunakan salah satu dari cara-cara berikut:
  • Lovset.
  • Klasik.
  • Müller.
1. Persalinan bahu dengan cara LOVSET.

Prinsip :

Memutar badan janin setengah lingkaran (1800) searah dan berlawanan arah jarum jam sambil melakukan traksi curam kebawah sehingga bahu yang semula dibelakang akan lahir didepan (dibawah simfsis).

Hal tersebut dapat terjadi oleh karena :

Adanya inklinasi panggul (sudut antara pintu atas panggul dengan sumbu panggul)

Adanya lengkungan jalan lahir dimana dinding sebelah depan lebih panjang dibanding lengkungan dinding sacrum disebelah belakang

Sehingga setiap saat bahu posterior akan berada pada posisi lebih rendah dibandingkan posisi bahu anterior

Tehnik :

Persalinan Pada Presentasi Sungsang
Gamabr 1. Tubuh janin dipegang dengan pegangan femuropelvik.

Dilakukan pemutaran 180° sambil melakukan traksi curam kebawah sehingga bahu belakang menjadi bahu depan dibawah arcus pubis dan dapat dilahirkan

Persalinan Pada Presentasi Sungsang
Gambar 2. Sambil dilakukan traksi curam bawah, tubuh janin diputar 180° kearah yang berlawanan sehingga bahu depan menjadi bahu depan dibawah arcus pubis dan dapat dilahirkan


Persalinan Pada Presentasi Sungsang
Gambar 3. Tubuh janin diputar kembali 180° kearah yang berlawanan sehingga bahu belakang kembali menjadi bahu depan dibawah arcus pubis dan dapat dilahirkan

Keuntungan persalinan bahu dengan cara Lovset :
  • Tehnik sederhana.
  • Hampir selalu dapat dikerjakan tanpa melihat posisi lengan janin.
  • Kemungkinan infeksi intrauterin minimal.
2. Persalinan bahu dengan cara KLASIK

Disebut pula sebagai tehnik DEVENTER.

Melahirkan lengan belakang dahulu dan kemudian melahirkan lengan depan dibawah simfisis.

Dipilih bila bahu tersangkut di pintu atas panggul.

Prinsip :

Melahirkan lengan belakang lebih dulu (oleh karena ruangan panggul sebelah belakang/sacrum relatif lebih luas didepan ruang panggul sebelah depan) dan kemudian melahirkan lengan depan dibawah arcus pubis

Tehnik :

Persalinan Pada Presentasi Sungsang
Gambar 1 Melahirkan lengan belakang pada tehnik melahirkan bahu cara KLASIK

Persalinan Pada Presentasi Sungsang
Gambar 2. Melahirkan lengan depan pada tehnik melahirkan bahu cara KLASIK

1. Kedua pergelangan kaki dipegang dengan ujung jari tangan kanan penolong berada diantara kedua pergelangan kaki anak , kemudian di elevasi sejauh mungkin dengan gerakan mendekatkan perut anak pada perut ibu.

2. Tangan kiri penolong dimasukkan kedalam jalan lahir, jari tengan dan telunjuk tangan kiri menyelusuri bahu sampai menemukan fosa cubiti dan kemudian dengan gerakan “mengusap mukajanin ”, lengan posterior bawah bagian anak dilahirkan.

3. Untuk melahirkan lengan depan, pegangan pada pergelangan kaki janin diubah.

Dengan tangan kanan penolong, pergelangan kaki janin dipegang dan sambil dilakukan traksi curam bawah melakukan gerakan seolah “mendekatkan punggung janin pada punggung ibu” dan kemudian lengan depan dilahirkan dengan cara yang sama.

Bila dengan cara tersebut pada no 3 diatas lengan depan sulit untuk dilahirkan, maka lengan tersebut diubah menjadi lengan belakang dengan cara:

  • Gelang bahu dan lengan yang sudah lahir dicekap dengan kedua tangan penolong sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari penolong terletak dipunggung anak dan sejajar dengan sumbu badan janin ; sedangkan jari-jari lain didepan dada.
  • Dilakukan pemutaran tubuh anak kearah perut dan dada anak sehingga lengan depan menjadi terletak dibelakang dan dilahirkan dengan cara yang sudah dijelaskan pada no 2

Keuntungan : Umumnya selalu dapat dikerjakan pada persalinan bahu

Kerugian : Masuknya tangan kedalam jalan lahir meningkatkan resiko infeksi

3. Persalinan bahu dengan cara MUELLER

  • Melahirkan bahu dan lengan depan lebih dahulu dibawah simfisis melalui ekstraksi ; disusul melahirkan lengan belakang di belakang ( depan sacrum )
  • Dipilih bila bahu tersangkut di Pintu Bawah Panggul

Persalinan Pada Presentasi Sungsang


Gambar 1 (kiri) Melahirkan bahu depan dengan ekstraksi pada bokong dan bila perlu dibantu dengan telunjuk jari tangan kanan untuk mengeluarkan lengan depan

Gambar 2 (kanan) Melahirkan lengan belakang (inset : mengait lengan atas dengan telunjuk jari tangan kiri penolong)

Tehnik pertolongan persalinan bahu cara MUELLER:

1. Bokong dipegang dengan pegangan “femuropelvik”.

2. Dengan cara pegangan tersebut, dilakukan traksi curam bawah pada tubuh janin sampai bahu depan lahir (gambar 1 ) dibawah arcus pubis dan selanjutnya lengan depan dilahirkan dengan mengait lengan depan bagian bawah.

3. Setelah bahu dan lengan depan lahir, pergelangan kaki dicekap dengan tangan kanan dan dilakukan elevasi serta traksi keatas (gambar 2), traksi dan elevasi sesuai arah tanda panah) sampai bahu belakang lahir dengan sendirinya. Bila tidak dapat lahir dengan sendirinya, dilakukan kaitan untuk melahirkan lengan belakang anak (inset pada gambar 2 )

Keuntungan penggunaan tehnik ini adalah oleh karena tangan penolong tidak masuk terlalu jauh kedalam jalan lahir maka resiko infeksi berkurang.

Melahirkan LENGAN MENUNJUK.

Nuchal Arm

Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah bila pada persalinan sungsang, salah satu lengan anak berada dibelakang leher dan menunjuk kesatu arah tertentu.

Pada situasi seperti ini, persalinan bahu tidak dapat terjadi sebelum lengan yang bersangkutan dirubah menjadi didepan dada.

Persalinan Pada Presentasi Sungsang

  • Bila lengan yang menunjuk adalah lengan posterior : (dekat dengan sakrum)
  • Tubuh janin dicekap sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari penolong berada dipunggung anak sejajar dengan sumbu tubuh anak dan jari-jari lain didepan dada.
  • Badan anak diputar 180°searah dengan menunjuknya lengan yang dibelakang leher sehingga lengan tersebut akan menjadi berada didepan dada (menjadi lengan depan).
  • Selanjutnya lengan depan dilahirkan dengan tehnik persalinan bahu cara KLASIK.

Persalinan Pada Presentasi Sungsang



Persalinan Pada Presentasi Sungsang


Persalinan Pada Presentasi Sungsang

Bila lengan yang menunjuk adalah lengan anterior : (dekat dengan sinfisis) maka :

Penanganan dilakukan dengan cara yang sama, perbedaan terletak pada cara memegang tubuh anak dimana pada keadaan ini kedua ibu jari penolong berada didepan dada sementara jari-jari lain dipunggung janin.

Melahirkan LENGAN MENJUNGKIT

Yang dimaksud dengan lengan menjungkit adalah suatu keadaan dimana pada persalinan sungsang pervaginam lengan anak lurus disamping kepala.

Keadaan ini menyulitkan terjadinya persalinan spontan pervaginam.

Cara terbaik untuk mengatasi keadaan ini adalah melahirkan lengan anak dengan cara LOVSET.

Persalinan Pada Presentasi Sungsang

Bila terjadi kemacetan bahu dan lengan saat melakukan pertolongan persalinan sungsang secara spontan (Bracht), lakukan pemeriksaan lanjut untuk memastikan bahwa kemacetan tersebut tidak disebabkan oleh lengan yang menjungkit.

PERSALINAN KEPALA

~ After Coming Head

Pertolongan untuk melahirkan kepala pada presentasi sungsang dapat dilakukan dengan berbagai cara :

Cara MOURICEAU

Cara PRAGUE TERBALIK

1. Cara MOURICEAU

Persalinan Pada Presentasi Sungsang

Dengan tangan penolong yang sesuai dengan arah menghadapnya muka janin, jari tengah dimasukkan kedalam mulut janin dan jari telunjuk serta jari manis diletakkan pada fosa canina.
  • Tubuh anak diletakkan diatas lengan anak, seolah anak “menunggang kuda”.
  • Belakang leher anak dicekap diantara jari telunjuk dan jari tengah tangan yang lain.
  • Assisten membantu dengan melakukan tekanan pada daerah suprasimfisis untuk mempertahankan posisi fleksi kepala janin.
  • Traksi curam bawah terutama dilakukan oleh tangan yang dileher.
2. Cara PRAGUE TERBALIK

Dilakukan bila occiput dibelakang (dekat dengan sacrum) dan muka janin menghadap simfisis.

Satu tangan mencekap leher dari sebelah belakang dan punggung anak diletakkan diatas telapak tangan tersebut.

Tangan penolong lain memegang pergelangan kaki dan kemudian di elevasi keatas sambil melakukan traksi pada bahu janin sedemikian rupa sehingga perut anak mendekati perut ibu.

Dengan larynx sebagai hypomochlion kepala anak dilahirkan.
Persalinan Pada Presentasi Sungsang

Mekanisme Persalinan Letak Sungsang

Mekanisme letak sungsang dapat dilihat dalam gambar berikut:
Persalinan Pada Presentasi Sungsang
Tipe dari presentasi bokong: 

  1. Presentasi bokong (frank breech) 
  2. Presentasi bokong kaki sempurna (complete breech) 
  3. Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki (incomplete or footling) 

Bokong masuk ke pintu atas panggul dalam posisi melintang atau miring. 

Setelah trokanter belakang mencapai dasar panggul, terjadi putaran paksi dalam sehingga trokanter depan berada di bawah simfisis. 
Persalinan Pada Presentasi Sungsang
Penurunan bokong dengan trokanter belakangnya berlanjut, sehingga distansia bitrokanterika janin berada di pintu bawah panggul. 

Persalinan Pada Presentasi Sungsang
Terjadi persalinan bokong, dengan trokanter depan sebagai hipomoklion. 
Setelah trokanter belakang lahir, terjadi fleksi lateral janin untuk persalinan trokanter depan, sehingga seluruh bokong janin lahir. 

Jika bokong tidak mengalami kemajuan selama kontraksi berikutnya, episiotomi dapat dilakukan dan bokong dilahirkan dengan traksi ke bawah perut. 
Persalinan Pada Presentasi Sungsang
Terjadi putar paksi luar, yang menempatkan punggung bayi ke arah perut ibu. 
Penurunan bokong berkelanjutan sampai kedua tungkai bawah lahir.
Persalinan Pada Presentasi Sungsang
Jika kaki janin telah keluar, penolong dapat menyusupkan tangan sepanjang kaki anterior dan melahirkan kaki dengan flexi dan abduksi sehingga bagian badan lainnya dapat dilahirkan. 
Persalinan Pada Presentasi Sungsang

Filosofi Asuhan Kehamilan

Philosofi adalah nilai atau kenyakinan atau kepercayaan yang mendasari seseorang untuk berprilaku sehingga mempengaruhi pola kehidupannya. Pada prinsipnya philosofi asuhan kehamilan merujuk pada philosofi bidan dalam memberikan pelanyanan kebidanan antara lain menyatakan bahwa :

  1. Kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah (normal) dan bukan proses patologi,tetapi kondisi normal dapat menjadi patologi/abnormal .Menyadari hal tersebut dalam melakukan asuhan tidak perlu melakukan intervensi-intervensi yang tidak perlu kecuali ada indikasi.
  2. Setiap perempuan berkribadian unik, dimana terdiri atas bio, psiko, social yang berbeda, sehingga dalam memperlakukan pasien/klien satu dengan yang lainnya juga berbeda dan tidak boleh di samakan.
  3. Mengupanyakan kesejahteraan perempuan dan bayi baru lahir. Ini dapat di lakukan dengan berbagai upaya baik promosi kesehatan melalui penyuluhan atau konseling pemenuhan kebutuhan ibu hamil  maupun dengan upaya preventif misal pemberian imunisasi TT pada ibu hamil dan pemberian tablet tambah darah dan lain sebagainya.
  4. Perempuan mempunyai hak memilih dan memutuskan tentang kesehatan, siapa dan dimana mendapatkan pelanyanan kesehatan.
  5. Fokus asuhan kebidanan adalah untuk memberikan upaya preventif (pencegahan) dan promotif (peningkatan kesehatan).
  6. Mendukung dan menghargai proses fisiologi, intervensi dan penggunaan tehnologi dilakukan hanya atas indikasi.
  7. Membangun kemitraan dengan profesi lain untuk memberdanyakan perempuan.

Filosofi kebidanan adalah falsafah atau keyakinan setiap bidan dalam memberikan asuhan kehamilan. Bidan percaya bahwa wanita adalah seorang yang kuat dan cerdas, serta mampu membuat keputusan mereka sendiri tentang kesehatan mereka. sedangkan, tugas seorang bidan adalah membantu wanita menyelesaikan bermacam-macam tahap kehidupan.

Kehamilan, kelahiran dan menopause merupakan kejadian normal dalam kehidupan, walaupun hal tersebut adalah suatu hal yang normal. Tetapi potensi terjadinya patologi pada wanita dan bayi tetap ada. Semua individu mempunyai resiko/berpotensi terjadinya patologis. Sebagai bidan pemberi pelayanan mengharapkan bahwa semua berjalan normal, untuk itu kepuasan dan keselamatan pasien dimaksimalkan. 

Kepribadian filosofi kebidanan dapat dilihat dalam Royale College Of Midwives (1992) yang berisi tentang nilai dan kepercayaan tentang bidan.
  1. Respek terhadap individu dan kehidupannya.
  2. Respek terhadap wnaita dan proses child birth. 
  3. Kejujuran menggambarkan kemuliaan dan prinsip moral.
  4. Keadilan dan kebenaran.
  5. Perkembangan dapat dari pengalaman hidup dari proses pendidikan.
  6. Pendidikan kebidanan adalah akar dalam praktik kebidanan.

Keyakinan dan kepercayaan dalam profesi bidan adalah sebagai berikut:

  1. Ibu-ibu ingin mendapatkan perlakuan yang benar, ibu berharap yang terbaik bagi dirinya.
  2. Profesi kebidanan mempunyai kekuatan atau pengaruh yang alami dalam pelayanan persalinan bagi reproduksi wanita dan keluarga.
  3. Harapan kesehatan nasional untuk meningkatkan kualitas dalam memberikan pelayanan yang optimal pada orang tua, ibu dan bayi.
Filosofi Asuhan Kehamilan

Adapun filosofi pada asuhan kehamilan:

Proses kehamilan merupakan proses yang alamiah dan normal. 
Hal ini perlu diyakini oleh tenaga kesehatan khususnya bidan, sehingga dalam memberikan asuhan kepada pasien, pendekatan yang dilakukan cenderung dalam bentuk pelayanan promotif. Realisasi yang paling mudah dilaksanakan adalah pelaksanaan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada pasien dengan materi-materi mengenai pemantauan kesehatan ibu hamil dan penatalaksanaan ketidaknyamanan selama hamil, Proses ini merupakan pemberdayaan perempuan dan keluarga dalam melaksanakan asuha. Salah satu upaya yang dilakukan bidan dalam memberikan asuhan adalah pemantauan pada kesehatan ibu hamil. Dalam melaksanakan pemantauan, bidan tidak akan bekerja sendiri, melainkan membutuhkan bantuan dari pihak lain, dalam hal ini adalah pasien dan keluarga. Pasien dan keluarga dapat berperan aktif dalam pengambilan keputusan.

Ada onotomi pasien dalam pengambilan keputusan. 
Pada pelaksanaan asuhan, bidan sering dihadapkan pada situasi yang membuatnya harus mengambil langkah terbaik untuk pasien. Dalam penentuan keputusan, pasien dan keluarga sebaiknya diberi otonomi atau kemandirian. Ini akan memberi dampak positif bagi pasien dan keluarganya. Dalam proses penhambilan keputusan untuk tindakan bagi kesehatan pasien, bidan mempunyai peran dan tanggung jawab untuk memberi informasi yang bisa dijadikan pertimbangan bagi pasien.

Pelayanan yang diberikan mengacu pada konsep asuhan sayang ibu.
Dalam pelaksanaan asuhan, posisi pasien bukan sebagai objek bidan melainkan seseorang yang datang dengan kebutuhan, yang menempatkan bidan sebagai orang yang dianggapkompeten dan dapat dipercaya untuk mengatasi permasalahan dan kebutuhannya. 

Pemberian asuhan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Pada saat memberikan asuhan, bidan melakukan pengkajian pada pasien yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan pasien sesuai dengan usia kehamilan. Seluruh rangkaian tahap asuhan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada pihak pasien maupun kepada profesi.

Baca juga Makalah Asuhan Kehamilan

SUMBER:
Asrinah,dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Ummi Hani,dkk. 2010. Asuahan Kebidanan pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta: Salemba Medika
Prawiroharjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
Prawiroharjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
Varney, Helen. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC.
Winkjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Bedah Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.