Showing posts with label kanker serviks. Show all posts
Showing posts with label kanker serviks. Show all posts

Waspada kanker serviks mengancam setiap wanita

Waspada kanker serviks

Kanker Serviks (cervical cancer) tidak dapat dipandang enteng lagi,khususnya kepada kaum wanita.Mengingat hampir setiap menit di indonesia terjadi korban meninggal akibat keganasan kanker ini,sehingga bisa dikatakan ,selain kanker payudara juga terdapat kanker serviks sebagai pembunuh wanita nomor satu di dunia.

Kanker serviks dapat di kendalikan melalui deteksi dini atau yang biasa dikenal melalui kegiatan Pap Smear.Mengingat perkembangan penyakit tersebut membutuhkan enam hingga tujuh tahun untuk berkembang.jika waktunya lebih dari itu,maka bisa meningkatkan  menjadi tumor.

Kanker serviks biasa juga dikenal sebagai kanker leher rahim,yang merupakan jenis kanker terbanyak di dunia.Dimana kanker ini terjadi akibat pertumbuhan sel yang tidak normal tidak terkendali,merusak jaringan sekitar dan bisa menjalar ke tempat jauh dari leher rahim.Tepatnya pada bgian uterus atau suatu daerah pada organ reproduksi wanita,yang merupakan pintu masuk ke arah rahim dan terletak antara uterus dengan liang senggama.

Waktu untuk menjadi tumor butuh waktu cukup lama,namun jika sel-sel  terus membelah tidak terkendali,maka bisa membentuk jaringan massa yang disebut tumor.Seperti diketahui bersama kalau tumor memiliki sifat jinak atau ganas.kalau tumor telah menjadi ganas maka kondisi tersebut disebut kanker leher rahim.Untuk mencegah terjadinya kanker tersebut maka perlu di ketahui penyebab terjadinya.Diantaranya karena terinveksi Human Papillom Virus (HPV) yaitu suatu virus yang bisa menyebabkan pertumbuhan kutil di kondiloma akuminata.Virus ini disebarkan melalui hubungan seksual dengan kata lain sering berganti-ganti pasangan.

Virus ini bisa ditularkan melalui hubungan seksual.Oleh sebab itu,dibutuhkan kesetiaan pada pasangan masing-masing.Setelah diteliti,kanker ini banyak mengikat nikotil sehingga faktor penyebab lainnya karena merokok.

Bahaya Kanker Serviks Mengancam Setiap Wanita

Gejala Kanker Serviks

Gejala dan Penanganan Kanker Serviks


Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Di Indonesia hanya 5 persen yang melakukan Penapisan Kanker Leher Rahim, sehingga 76,6 persen pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut (IIIB ke atas), karena Kanker Leher Rahim biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya. Penapisan dapat dilakukan dengan melakukan tes Pap smear dan juga Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.

Nyeri karena gejala kanker serviks terkadang disalahartikan sebagai bagian dari nyeri siklus menstruasi. Nah, perhatikan gejala-gejala ini untuk lebih mewaspadai kanker serviks:

Berikut ini gejala kanker serviks yang perlu Anda perhatikan:


1.Pendarahan Abnormal

Perempuan yang mengalami kanker serviks umumnya mengalami pendarahan yang tidak normal dari vagina. Pendarahan ini bisa merupakan pendarahan berat atau ringan yang berlangsung selama satu bulan atau lebih.

Perhatikan waktu menstruasi Anda, jika waktu menstruasi lebih lama dari biasanya di mana darah masih banyak keluar, dicurigai merupakan gejala kanker serviks. 

2. Keputihan Berlebihan

Bila terdapat cairan berlebihan di vagina yang berbau busuk, tebal, atau mengandung lendir sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Hal ini memang bervariasi pada perempuan yang satu dengan yang lain, tergantung patofisiologi tubuh. Namun saat terjadi keputihan yang mencurigakan, segeralah konsultasi ke dokter.

3. Nyeri Panggul

Nyeri panggul yang tidak berhubungan dengan siklus haid normal bisa menjadi gejala kanker serviks. Nyeri ini bisa dirasakan dalam sakalaringan hingga parah dan berlangsung berjam-jam.

4. Nyeri Saat Buang Air Kecil

Apabila kandung kemih terasa sakit atau nyeri saat buang air kecil, hal itu bisa menjadi gejala kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasanya terjadi saat kanker telah menyebar ke kandung kemih.

5. Sakit & Pendarahan Saat Berhubungan Seks

Gejala lain kanker serviks adalah muncul rasa sakit saat berhubungan seks dan pendarahan akibat berhubungan seksual. Hal ini disebabkan oleh iritasi pada leher rahim selama hubungan seks. Pada leher rahim yang sehat, jika terjadi pendarahan maka sangatlah sedikit.

Dalam beberapa hal, kanker serviks seperti HIV karena disebabkan oleh virus. Orang yang memiliki banyak pasangan seksual termasuk dalam kategori orang yang berisiko tinggi terkena kanker serviks.

Penting Dilakukan

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghindari penyakit ini,ada dua cara yang perlu dilakukan:


1. Gunakan Vaksin 

Terdapat vaksin kanker serviks namun masih banyak perempuan yang tidak mengambilnya di usia subur (18-35). Vaksin ini diberikan sebanyak tiga kali dalam rentang waktu enam bulan.

2. Tes Pap smear

Perempuan yang aktif secara seksual hendaknya melakukan pap smear sekali dalam setahun. Pap smear dilakukan dengan mengambil contoh sel-sel leher rahim. Umumnya tes dilakukan 1-2 minggu setelah haid.

Disarankan pada 1 hari sebelum pemeriksaan untuk tidak melakukan hubungan seksual dan jangan pula mencuci vagina dengan sabun, gel, dan lain-lain karena dapat mengacaukan hasil tes.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kanker serviks adalah dengan pemeriksaan mulut rahim de­ngan menggunakan kamera pembesar. Jadi pastikan Anda tidak mengabaikan tes-tes ini untuk mengetahui sejak dini ada tidaknya kanker serviks. Ingat, kanker serviks bisa disembuhkan jika dideteksi sejak dini. Selain itu bukankan mencegah lebih baik daripada mengobati.




Dampak Negatif Makan Sayap dan Ceker Ayam Bagi Wanita


Bahaya Mengkonsumsi Sayap dan Ceker Ayam Secara Berlebihan Bagi Wanita 


Entah Anda sudah menikah atau belum menikah, maka perempuan harus berhati-hati. Baru-baru ini artis Tionghoa Xia Yi divonis tumbuh LISTS dalam rahim (kista coklat) dan Hu Qing Wen melakukan operasi tumor yg penuh dengan darah, dan darahnya berwarna hitam gelap. Mereka berpikir bahwa setelah operasi akan sembuh, tetapi hanya beberapa bulan kambuh lagi, sehingga akhirnya mereka melakukan konsultasi ke ginekolog.

Dokter Ginekolog tersebut kemudian bertanya : "Apakah Anda suka makan sayap ayam ?" dia sangat terkejut. Diapun menjawab kok dokter tahu makanan kesukaan saya!kemudian dokter tersebut menjelaskan tentang dampak mengkomsumsi sayap dan ceker(kaki) ayam secara berlebihan berikut penjelasannya :

Dampak Negatif Makan Sayap dan Ceker Ayam Bagi Wanita


Hormon pertumbuhan (growth-hormone) ayam ataupun antibiotiknya, selalu diinjeksi di bagian sayap, atau leher ayam. Sementara kaki Ayam tempat menimbun "end product" antibiotik dan turunan "second hormonal" Dokter tersebut meneruskan : Karena itu kegemaran makan sayap ayam atau kaki, akan serta merta menambah sekresi hormon bagi wanita. Akibatnya "second hormonal" tersebut akan terakumulasi menjadi TOXIN yg menjadi karsinogen, sehingga wanita pengkonsumsi SAYAP + KAKI ayam sangat rentan terkena kanker yg berkenaan dengan kelenjar hormonal seperti : kanker rahim, cervix dan payudara. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda jangan "banyak" mengkonsumsi sayap ayam atau kakinya.

Saat ini 80% wanita memiliki fibroid rahim dan mudah untuk mendapatkan kista coklat tersebut.

Ketika Anda menerima pesan ini, Apa yg akan Anda lakukan ? Meneruskannya kepada teman dan keluarga di sekitar (teman-teman terutama perempuan).Indahnya berbagi terhadap sesama!semoga bermanfaat.